De Djawatan, Hutan Trembesi Ikonik di Banyuwangi

Halo kamu yang sedang mencari destinasi wisata alam dengan nuansa berbeda. Jika selama ini kamu sering mengunjungi pantai atau pegunungan, De Djawatan menawarkan pengalaman yang jauh lebih tenang dan mendalam. Tempat ini tidak sekadar menghadirkan pemandangan hijau, tetapi juga mengajak pengunjung merasakan kedekatan dengan alam secara perlahan dan penuh kesadaran.

Sejak langkah pertama memasuki kawasan De Djawatan, suasana langsung berubah. Udara terasa lebih sejuk, cahaya matahari menyelinap lembut di antara dedaunan, dan suara kendaraan perlahan menghilang. Pohon-pohon trembesi yang menjulang tinggi seolah membentuk lorong alami yang mengarahkan langkah pengunjung masuk ke dunia yang lebih hening.

Karena itulah, De Djawatan sering menjadi pilihan bagi orang-orang yang ingin beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Tempat ini tidak memaksa pengunjung untuk terburu-buru. Sebaliknya, kawasan ini mengajak siapa pun untuk berjalan pelan, mengamati sekitar, dan menikmati suasana tanpa gangguan.

Lokasi De Djawatan dan Awal Perkembangannya

Lokasi De Djawatan dan Awal Perkembangannya

De Djawatan berada di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Lokasinya terbilang strategis karena berada di jalur utama yang menghubungkan pusat kota Banyuwangi dengan wilayah selatan. Pengunjung bisa mencapai lokasi ini menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum dengan akses jalan yang relatif mudah.

Pada mulanya, kawasan ini berfungsi sebagai tempat penimbunan kayu milik Perhutani. Pohon trembesi yang tumbuh di area tersebut dibiarkan berkembang secara alami selama puluhan tahun. Seiring waktu, ukuran pohon semakin besar, cabangnya melebar, dan akarnya muncul ke permukaan tanah. Tanpa disadari, lanskap tersebut membentuk pemandangan yang sangat unik.

Masyarakat sekitar kemudian mulai menyadari potensi visual dan ekologis kawasan ini. Banyak orang datang hanya untuk melihat keunikan pohon-pohon raksasa tersebut. Melihat antusiasme pengunjung, pengelola mulai menata area hutan tanpa mengubah karakter alaminya. Mereka membuat jalur pejalan kaki, menata area masuk, dan menyediakan fasilitas dasar.

Baca juga:  Raja Ampat Tempat Wisata Indonesia dengan Keindahan Surga Laut Mendunia

Pendekatan pengembangan yang dilakukan tetap mengutamakan kelestarian lingkungan. Alih-alih membangun struktur permanen yang masif, pengelola memilih konsep wisata alam terbuka. Dengan cara ini, De Djawatan berkembang sebagai destinasi wisata tanpa kehilangan jati diri hutannya.

Pesona Pohon Trembesi dan Suasana Alami

Daya tarik utama De Djawatan terletak pada deretan pohon trembesi berukuran besar yang mendominasi kawasan. Pohon-pohon ini memiliki batang kokoh dengan diameter yang mengesankan. Cabangnya menjulur luas ke segala arah dan membentuk kanopi alami yang menaungi hampir seluruh area.

Selain ukurannya yang megah, struktur akar trembesi juga menambah kesan dramatis. Akar-akar tersebut mencuat dari tanah dan menciptakan tekstur alami yang jarang ditemui di tempat lain. Saat cahaya matahari menembus sela dedaunan, bayangan yang terbentuk menciptakan suasana artistik yang memanjakan mata.

Pada pagi hari, udara di De Djawatan terasa sangat segar. Kabut tipis sering muncul dan menambah nuansa magis di antara pepohonan. Sementara itu, pada sore hari, cahaya matahari berwarna keemasan membuat suasana terasa hangat dan menenangkan. Perubahan suasana ini membuat De Djawatan menarik untuk dikunjungi di berbagai waktu.

Keheningan yang tercipta di kawasan ini juga menjadi nilai tambah. Pengunjung jarang mendengar suara bising. Sebaliknya, suara angin, gesekan daun, dan langkah kaki menjadi irama alami yang menenangkan pikiran. Tidak heran jika banyak orang menyebut De Djawatan sebagai tempat untuk “bernapas kembali” di tengah rutinitas yang padat.

Pengalaman Wisata dan Aktivitas Pengunjung

Pengalaman Wisata dan Aktivitas Pengunjung

De Djawatan menawarkan pengalaman wisata yang sederhana, namun berkesan. Banyak pengunjung memilih berjalan santai menyusuri jalur hutan sambil menikmati suasana sekitar. Aktivitas ini terasa menyenangkan karena jalurnya relatif datar dan aman untuk berbagai usia.

Baca juga:  Wisata Lembang Bandung Destinasi Favorit dengan Pesona Alam dan Rekreasi Keluarga

Selain berjalan kaki, fotografi menjadi aktivitas favorit di kawasan ini. Latar pohon trembesi raksasa memberikan kesan dramatis tanpa perlu banyak pengaturan. Baik fotografer profesional maupun pengunjung biasa bisa mendapatkan hasil foto yang menarik hanya dengan memanfaatkan cahaya alami dan sudut yang tepat.

Tidak sedikit pula pasangan yang memilih De Djawatan sebagai lokasi foto prewedding. Suasana alami dan tenang memberikan kesan romantis yang berbeda dari lokasi lain. Bahkan, beberapa komunitas kreatif sering menggunakan tempat ini untuk kegiatan seni, seperti pemotretan konsep alam atau pembuatan konten visual.

Bagi keluarga, De Djawatan juga menawarkan pengalaman edukatif. Anak-anak bisa belajar mengenal pohon besar, ekosistem hutan, dan pentingnya menjaga alam. Dengan pengawasan yang baik, kawasan ini menjadi tempat yang aman untuk memperkenalkan alam kepada generasi muda.

Nilai Lingkungan dan Etika Berkunjung

Selain berfungsi sebagai tempat wisata, De Djawatan juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Pohon trembesi dikenal mampu menyerap karbon dalam jumlah besar dan membantu menjaga kualitas udara di sekitarnya. Keberadaan hutan ini memberikan manfaat ekologis yang nyata bagi wilayah Banyuwangi.

Karena itu, pengelola dan masyarakat setempat terus mengedukasi pengunjung agar menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan. Pengunjung sebaiknya tidak merusak akar pohon, tidak memanjat batang, dan tidak meninggalkan sampah. Sikap bertanggung jawab ini sangat penting agar De Djawatan tetap lestari.

Pengunjung juga disarankan untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan alas kaki yang sesuai. Datang pada pagi atau sore hari memberikan pengalaman terbaik karena suhu lebih sejuk dan pencahayaan lebih lembut. Dengan persiapan yang tepat, kunjungan ke De Djawatan akan terasa lebih menyenangkan dan aman.

Baca juga:  Curug Telu Purwokerto, Wisata Alam dengan Tiga Air Terjun Indah

Kesimpulan

De Djawatan menghadirkan pengalaman wisata alam yang berbeda di Banyuwangi. Keberadaan hutan trembesi raksasa, suasana yang tenang, serta pengelolaan yang menghargai alam menjadikan tempat ini lebih dari sekadar lokasi wisata. Pengunjung tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga untuk merasakan ketenangan dan kedekatan dengan alam.

Dengan menjaga etika berkunjung dan menghargai lingkungan sekitar, keindahan De Djawatan bisa terus dinikmati oleh banyak generasi. Jika kamu ingin menjelajahi sisi lain Banyuwangi yang hijau, damai, dan penuh karakter, De Djawatan layak masuk dalam daftar perjalananmu.

By Indah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *